Taman Nasional Ujung Kulon – Jawa Barat

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling ujung barat Pulau Jawa, termasuk dalam Propinsi Jawa Barat.

ujung-kulon-11

Taman nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa dan satwa langka lainnya. Di dalam Taman Nasional Ujung Kulon terdapat kurang lebih 700 jenis tumbuhan, termasuk diantaranya tumbuhan langka dan berbagai macam jenis anggrek.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di

Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.

Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Di dalam taman nasional, ada tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual. Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung Barat semenanjung Ujung Kulon.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Tamanjaya dan Cibiuk.

Pintu masuk utama dengan fasilitas pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.

Penginapan:

Sunda Jaya Homestay – Desa Taman Jaya – Ujung Kulon – Banten, Indonesia – Kontak : Bp. Komaruddin (Hp : 0818 0618 1209) – Rate Rp. 50.000/malam

Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh.

Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan satwa.

Pulau Peucang. (+/- 3 jam dari Sumur)

Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat alamnya.

Penginapan :

Cottage milik PT. Wanawisata Alam Hayati – Rate : mulai dari Rp 200.000 s.d Rp 600.000 per malam (pakai AC) – Pemesanan bisa hubungi Jl. Perintis Kemerdekaan No.23 Labuan, Telp 0523-801217 Fax 0253-803845

Wisma PPA (dulu PHPA) – Rate : mulai Rp 100.000 per malam atau ada juga barak-2 yang bisa disewa untuk rombongan (harga tergantung nego) – Pemesanan bisa hubungi PPA Labuan dgn Bp. Husein di 0253-801731.

ujung-kulon-tanjung-layar

Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea.

Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.

Cibom – Tanjung Layar merupakan satu-satunya tempat di dalam taman nasional yang diijinkan untuk pengunjung membuka tenda. Disediakan selter besar dengan meja dan kursi, tidak ada kamar mandi, namun ada WC yang tinggal dipasangi tutup darurat untuk dindingnya serta ada sumur.

Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum.

Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.

Pulau Handeleum letaknya paling dekat dengan Sumur (pelabuhan tempat berangkat +/- 1,5 Jam).

Penginapan :

Milik PT. Wanawisata Alam Hayati – Rate : Rp 105.000 per malam

Atraksi yang menarik adalah mencoba naik kano sampai ke ujung Sungai Cigenter (ada air terjunnya) +/- 6 jam pp. Menurut informasi disini bisa dijumpai ular besar yang bergelantungan di pohon.

ujung-kulon-panaitan

Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa.

Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah. Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d September.

Cara mencapai lokasi:
Jakarta – Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang – Pandeglang – Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta – Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon – Labuan (1 jam) atau Bogor – Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan (4 jam).
Labuan – Sumur (2 jam), Sumur – Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan – Pulau Peucang (4 jam dengan kapal motor nelayan).

Perkiraan biaya (data Juni 2006) :

Sewa Kapal : Rp. 1.250.000 s/d Rp 2.500.000 per kapal (isi maks 25 orang)

Konsumsi : Rp. 10.000/orang/porsi (pesan pada pemilik kapal)

Ijin Masuk TNUK + asuransi : Rp. 7.000/orang

Uang tambat kapal : Rp. 30.000 – Rp 50.000 per kapal (per pulau sekali tambat)

Biaya Kanoing di Cigenter : Rp. 48.000 per orang

Sewa kano di P. Peucang : Rp. 50.000 perhari

Ijin Foto : Rp. 5.000/kamera non komersil

Ijin Film : Rp. 15.000 per handycam


One Response

  1. wah komplit info harganya… kebetulan desember ini aku mau kesana, thxs ya…….Salam……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: